Rabu, 27 November 2013

Adimistrasi Tempat Kerja

Tugas KD-2
Nama    : Laili Hidayah
Kelas     : 4TPHP3
NO.        : 7134
Adimistrasi Tempat Kerja

a.      Daftar inventarisasi dokumen yang diperlukan untuk menjamin keefektifan kinerja departemen, meliputi :

1.      Dokumen pengadaan bahan baku
a.      Dokumen kebutuhan bahan bahu
b.      Dokumen supplier bahan baku
c.       Dokumen penerimaan barang
d.      Dokumen pemeriksaan barang datang
e.      Dokumen penyimpanan bahan baku

2.      Dokumen proses produksi
1.      Dokumen jadwal produksi tiap hari
2.      Dokumen jumlah produksi tiap proses
3.      Dokumen pengambilan bahan dari gudang
4.      Dokumen produk Release QC

3.      Dokumen gudang produk jadi
1.      Dokumen daftar produk Release QC
2.      Dokumen jumlah produk
3.      Dokumen produk keluar-masuk gudang
4.      Dokumen penahanan produk (HOLD PRODUCT)

4.      Dokumen marketing
1.      Dokumen tujuan marketing
2.      Dokumen kebutuhan pasar
3.      Dokumen nama agen penerima (PO)

5.      Dokumen QC
1.      Dokumen produk Release QC
2.      Dokumen Referance
3.      Dokumen standard produk
4.      Dokumen penyimpanan sampel
5.      Dokumen analisa keamanan produk

6.      Dokumen perawatan fasilitas
1.      Dokumen inventaris alat dan fasilitas
2.      Dokumen kalibrasi alat alat dan mesin
3.      Dokumen perawatan alat dan mesin berkala

7.      Dokumen pemeliharaan lingkungan
1.      Dokumen TPA
2.      Dokumen jadwal pemberantasan serangga rutin
3.      Dokumen instalasi pengolahan limbah

8.      Dokumen pengembangan SDM
1.      Dokumen data karyawan
2.      Dokumen jadwal Medical Check Up karyawan
3.      Dokumen jadwal seminar dan pelatihan tenaga kerja
4.      Dokumen sertifikasi karyawan

9.      Dokumen penilaian kinerja pesonel
1.      Dokumen lokasi kerja karyawan
2.      Dokumen hasil kerja karyawan
3.      Dokumen kemajuan kerja


b.      Klasifikasi dokumen dan identifikasi yang diberikan untuk menjamin kemudahan dalam mengakses dokumen.

1.
  A.05.09

A    : Menunjukkan bahwa dokumen berada pada kolom A
05  : Menunjukkan bahwa dokumen berada di rak 5
09  : Menunjukkan bahwa dokuman berada di baris ke-9

2.
 BKS 13255AB05-13

BKS      :     Menunjukkan tempat produksi
13        :     Menunjukkan tahun produksi
254     :     Menunjukkan saat poduksi jatuh pada hari ke 254 dari bulan januari 2013
A          :     Menunjukkan Shift kerja yang memproduksi yaitu Shift 1 ( B= shift 2; C= shift 3 )
B          :     Menunjukkan nama mesin ( B= cam tag, A= ugs )
05        :     Menunjukkan nomor batch sekali produksi
-13      :     Menunjukkan settingan mesin yang digunakan

PILOT PLANT



TUGAS PILOT PLAN

1.      Prinsip pembuatan skala.
Memperhatikan criteria untuk menentukan ukuran dan bentuk pilot plant dengan memperhatikan prinsip kesamaan yang diformulasikan oleh Newton. Misalnya dalam menangani cairan maka kita perlu memperhatikan kesamaan geometric, Kinetik, dan Dinamik. Sedangkan misalnya menyangkut reaksi kimia dan biokimia maka memperhatikan kesamaan kimia dan biokimia.

2.      Pembuatan ukuran minimal dan maksimal
  1. Pembuatan ukuran minimal
Umumnya ukuran minimal diambil dari jumlah produk minimal yang dibutuhkan untuk analisa pengontrolan kualitas. Contohnya, apabila tujuan percobaan pilot plant untuk mempelajari pengaruh kondisi proses pada kualitas produk, maka jumlah minimal produk yang diproses pada pilot plant sebaiknya memenuhi jumlah sample yang digunakan untuk analisis fisik dan kimia untuk penentuan kualitas produk.
b. Pembuatan ukuran maksimal
Pembuatan ukuran maksimal dari pilot plant ditentukan dari jumlah kebutuhan produk yang diproses untuk pengujian penerimaan pasar terhadap produk yang akan diproduksi

3.      Proses scale up
-          Pertama, mendefinisikan proses yang dibutuhkan untuk membuat produk. Salah satu perangkat yang berguna dalam hal ini adalah pengembangan diagram aliran proses. Diagram ini menunjukkan laju produksi yang diinginkan dan materi yang dibutuhkan pada setiap tahapan proses. Kebutuhan peralatan ditunjukkan secara skematis pada diagram yang berguna bagi para ahli teknik dalam menghitung biaya dan menyeleksi serta mengukur peralatan untuk proses.
-          Kedua, memecahkan masalah yang masih terdapat dalam proses peningkatan skala. Kebutuhan ini memerlukan uji coba terhadap peralatan penting di dalam laboratorium pilot plant. Berdasarkan proses dan tingkat produksi yang diinginkan, scale-up merupakan proses yang cukup sulit untuk diaplikasikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan percobaan-percobaan yang bersifat kontinyu. Percoban-percobaan ini dibutuhkan untuk menentukan parameter optimum untuk skala besar dan untuk menentukan desain peralatan yang dimodifikasi. Selain itu, percobaan juga dilakukan karena di dalam produk pangan sendiri terdapat interaksi kimia dan fisik yang bersifat kompleks. Oleh karena itu, pengetahuan dasar tentang interaksi kimia fisik diantara komponen produk penting untuk dipahami. Apabila tidak diperhatikan sifat kimia dan fisik, kemungkinan besar akan terjadi kerusakan produk terutama pada formulasi yang digunakan. Beberapa peralatan akan membantu dalam penentuan ukuran dan ciri-ciri peralatan yang dibutuhkan atau spesifikasi alat yang akan menjadi referensi untuk pembelian alat
-          Dalam scale up, perlu adanya pengembangan produk dan servis yang terintegrasi. Diantaranya yaitu pengembangan produk (sumber dan formulasinya), menguji unit operasi, mengembangkan kinerja dari spesifikasi alat, dan menentukan titik kritis proses. Produk pangan yang ditingkatkan skalanya akan mempunyai karakteristik yang berbeda dengan produk aslinya. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan rasa, tekstur, aroma dan penampakan visual. Proses skala besar tidak akan menghasilkan produk yang identik dengan produk aslinya, akan tetapi menghasilkan produk yang menyerupai produk aslinya.
-          Proses Scale up juga membutuhkan kekuatan analisis dalam menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan. Beberapa analisis tersebut diantaranya analisis terhadap kondisi operasi, kondisi desain dan proses optimum. Metode untuk melakukan proses peralihan akan dikembangkan dan diujicobakan sebagai kerja praktek. Data dan info-info yang berhubungan lainnya akan berguna untuk ketelitian proses yang dilakukan dalam skala pilot plant.