Rabu, 19 Juni 2013

UJI DESKRIPTIF



Uji Deskriptif
A.    Pendahuluan
Uji deskriptif digunakan untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang karakteristik suatu produk. Oleh sebab itu, pada uji ini banyak sifat sensorik yang dinilai dan dianalisis secara keseluruhan. Sifat-sifat sensorik yang dipilih adalah terutama yang paling relevan terhadap mutu atau yang paling peka terhadap perubahan mutu suatu komoditi. Sifat-sifat mutu sensorik ini disebut atribut mutu. Misalnya ketengikan, warna, bau dll.
Uji deskripsi didesain untuk mengidentifikasi dan mengukur sifat-sifat sensori. Dalam kelompok pengujian ini dimasukkan rating atribut mutu dimana suatu atribut mutu dikategorikan dengan suatu kategori skala (suatu uraian yang menggambarkan intensitas dari suatu atribut mutu) atau dapat juga besarnya suatu atribut mutu diperkirakan berdasarkan salah satu sampel, dengan menggunakan metode skala rasio.
Uji deskriptif merupakan uji yang membutuhkan keahlian khusus dalam penilaiannya karena dalam uji ini panelis harus dapat menjelaskan perbedaan antara produk-produk yang diuji. Untuk melakukan uji ini, dibutuhkan penguji yang terlatih.
Uji deskriptif terdiri atas Uji Pemberian skor atau pemberian skala. Kedua uji ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan skala atau skor yang dihubungkan dengan deskripsi tertentu dari atribut mutu produk. Dalam sistem pemberian skor, angka digunakan untuk menilai intensitas produk dengan susunan meningkat atau menurun.
B.     Organisasi Panelis
Agak terlatih : 15-25 orang
Terlatih : 5-10 orang

C.     Parameter Pengujian
Pada umumnya, dalam uji Deskriptif terdapat 16 parameter uji. Namun tidak semua sampel diuji dengan keenambelas parameter yang ada, penggunaan parameter ini disesuaikan dengan karakteristik sampel yang diuji. Penempatan parameter pada uji deskriptif dimulai dari karakteristik yang paling dominan menuju karakteristik tidak terlalu dominan. Karakteristik-krakteristik tersebut kemudian disusun dengan menggunakan jarring laba-laba.
D.    Cara Penyajian Sampel
Sampel disajikan dalam wadah atau cawan. Sampel yang disajikan bisa terdiri dari satu sampel untuk dinilai karakteristiknya atau dua sampel yang berbeda macam namun dari jenis yang sama.
E.     Cara Penilaian
Panelis diminta untuk mencicip dan menguji karakteristik sampel dengan member nilai antara 1-10 kemudian menuliskannya kedalam kartu uji.
F.      Cara Analisis
Analisis uji deskriptif adalah dengan menggunakan skala skor. Skor yang digunakan kemudian dihubungkan dengan deskripsi dari atribut mutu. Dalam system pemberian skor, angka digunakan untuk menilai ntensitas produk dengan satuan meningkat atau menurun.

Sumber : anonym.2013.UjiDeskriptif.http://Wikipedia.org

0 comments:

Poskan Komentar