Rabu, 19 Juni 2013

UJI HEDONIK



Nama        : Laili Hidayah
Kelas        : 3 TPHP 3
No.           : 24

Banyak produk baru yang memiliki kesamaan sifat dengan produk yang sudah dikenal. Kadang-kadang diantara produk tersebut ingin diketahuimana yang lebih disukai oleh konsumen. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian penerimaan konsumen (preference test). Yang termasuk ke dalam uji penerimaan adalah uji kesukaan (hedonik).
Uji penerimaan menyangkut penilaian sifat atau kualitas suatu bahan yang menyebabkan orangmenyenanginya. Uji penerimaan tidak dapat untuk meramalkan penerimaandalam pemasaran.
Uji penerimaan menyangkut penilaian sifat atau kualitas suatu bahanyang menyebabkan orang menyenanginya. Uji penerimaan tidak dapat untuk meramalkan penerimaan dalam pemasaran. Jadi apabila sudah diperoleh hasil pengujian yang meyakinkan , tidak dapat dipastikan bahwa produk akan lakukeras di pasaran, sehingga harus digunakan pengujian yang lain dalam tindak lanjutnya, misalnya uji konsumen
Dalam uji hedonik panelis dimintakan tanggapan pribadinya tentangkesukaan atau sebaliknya ketidaksukaan. Di samping panelis mengemukakantanggapan senang, suka atau kebalikannya, mereka juga mengemukakantingkat kesukaannya. Tingkat-tingkat kesukaan ini disebut skala hedonik.Dalam penganalisisan, skala hedonik ditransformasi menjadi skalanumerik dengan angka menaik menurut tingkat kesukaan. Dengan datanumerik ini dapat dilakukan analisis statistik. Dengan adanya skala hedonik ini sebenarnya uji hedonik secara tidak langsung juga dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan. Karena hal ini, maka uji hedonik paling seringdigunakan untuk menilai komoditi sejenis atau pengembangan produk secaraorganoleptik
Uji kesukaan juga disebut uji hedonik. Panelis dimintakan tanggapan pribadinya tentang kesukaan atau sebaliknya (ketidaksukaan). Disamping panelis mengemukakan tanggapan senang, suka atau kebalikannya, mereka juga mengemukakan tingkat kesukaannya. Tingkat – tingkat kesukaan ini disebut skala hedonik. Misalnya dalam hal “ suka “ dapat mempunyai skala hedonik seperti : amat sangat suka, sangat suka, suka, agak suka. Sebaliknya jika tanggapan itu “ tidak suka “ dapat mempunyai skala hedonik seperti suka dan agak suka, terdapat tanggapannya yang disebut sebagai netral, yaitu bukan suka tetapi juga bukan tidak suka ( neither like nor dislike ).
Skala hedonik dapat direntangkan atau diciutkan menurut rentangan skala yang ikehendakinya. Skala hedonik dapat juga diubah menjadi skala numerik dengan angka mutu menurut tingkat kesukaan. Dengan data numeric ini dapat dilakukan analisis secara statistik. Penggunaan skala hedonik pada prakteknya dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan. Sehingga uji hedonic sering digunakan untuk menilai secara organoleptik terhadap komoditas sejenis atau produk pengembangan. Uji hedonik banyak digunakan untuk menilai produk akhir.
Organisasi Pengujian
    Jumlah Panelis,
a.       Agak Terlatih : 20 – 25 Orang
b.      Tidak Terlatih : 80 Orang keatas

    Jumlah contoh setiap penyajian
        Contoh yang sulit dinilai : 1 – 6 contoh
        Contoh yang mudah dinilai : 1 – 12 contoh
Cara Penyajian Contoh
Contoh uji hedonik disajikan secara acak dan dalam memberikan penilaian panelis tidak mengulang-ulang penilaian atau membanding-mbandingkan contoh yang disajikan. Sehingga untuk satu panelis yang tidak terlatih, sebaiknya contoh disajikan satu per satu hingga panelis tidak akan membanding-bandingkan satu contoh dengan lainnya. Sebagai contoh dapat disajikan 3 jenis teh kotak dari 3 macam merek. Cara penyajian contoh dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut ini.
 
Gambar 4.1 Cara penyajian contoh uji hedonic


Daftar Pustaka
Anonim.2012.Uji Organoleptik.http://en.wikipedia.org/wiki/ujiorganolepti
Dena.2011.uji organoleptik.http://rapka.uji kesukaan-uji-hedonik.html.

0 comments:

Poskan Komentar